Jumat, 07 Februari 2020

Teori Dominasi Sosial (Advokat | Pengacara | Konsultan Hukum Wonosobo)


Teori Dominasi Sosial

Editor: Arif Rudi S

Teori Dominasi Sosial atau Social Dominance Theory (SDT), menurut Sidanius dan Pratto adalah ketidaksetaraan hierarki sosial berdasarkan kelompok yang merupakan hasil distribusi nilai sosial secara tidak adil kepada kelompok-kelompok masyarakat baik nilai positif maupun negatif, yang mana ketidaksetaraan distribusi nilai sosial ini dapat dimanfaatkan oleh ideologi sosial, keyakinan, mitos dan doktrin tertentu sebagai alat pembenaran.

Terkait dengan konflik politik di Thailand faktor struktural yang memengaruhi akumulasi konflik politik yang terjadi dapat digambarkan sebagai berikut:

Bahwa akar konflik di Thailand diwarnai dengan terjadinya persaingan antar elit politik, perombakan kabinet dan pelemahan terhadap sistem monarki konstitusional. Mantan perdana menteri Thailand sebagai salah satu pihak yang mendukung adik kandungnya Yinluck Shinawatra, mendapat dukungan besar dari massa kaos merah yang mewakili petani, buruh dan lapisan masyarakat bawah (kelompok “lemah”), berkonflik dengan perdana menteri petahana Abhisit Vejjajiva yang didukung secara masif oleh kelompok kaos kuning yang terdiri dari para cendikiawan, elit politik, masyarakat urban dan oleh pengusaha (kelompok dominan). Kedua pihak saling menjatuhkan dan berebut dominasi untuk memimpin politik tertinggi di Thailand.

Ketidaksetaraan hierarki sosial yang merupakan hasil distribusi nilai sosial yang tidak adil kepada kelompok-kelompok masyarakat (baik nilai positif maupun negatif), di mana ketidaksetaraan distribusi nilai sosial tersebut dimanfaatkan sebagai alat pembenaran oleh pihak “lemah” untuk menjatuhkan kelompok dominan, dan kelompok dominan berusaha mempertahankan dominasinya.

Sumber:

LJ UAS Semester I, Nature of Conflict, Arif Rudi S. DRK Unhan, 2014.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fakta Pengadilan Agama Wonosobo (I)

Unsur Budaya Jawa untuk Menangkal Radikalisme dan Terorisme

                                     Unsur Budaya Jawa untuk Menangkal Radikalisme dan Terorisme Oleh: Arif Rudi Setiyawan, S.H., M.Si. (Han...